Bergembiralah wahai orang yang sakit, ini adalah kabar gembira dari Allah dan Rasul-Nya. Bagi Anda yang terbaring lemah di rumah sakit dalam waktu yang lama dan tidak bisa berbuat apapun. 

Bagi Anda yang terbaring sakit di rumah, ini benar-benar kabar gembira, karena Allah ternyata tetap menuliskan pahala ibadah bagi kita yang biasa kita lakukan sehari-hari. Jika ibadah selama bulan Ramadhan biasa dan rutin kita lakukan, maka akan mengalir dan akan ditulis pahalanya meskipun kita tidak melakukannya karena terbaring sakit.

Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

“Apabila seorang hamba sakit atau sedang melakukan safar, Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia lakukan ibadah di masa sehat dan bermukim.” (HR. Bukhari dalam shahihnya)

Kita sedang berbaring dan beristiahat akan tetapi pahala kita terus mengalir. Apalagi yang menghalangi Anda untuk tidak bergembira wahai orang yang sakit.

Tetapi perlu diingat, tidak semua keadaan sakit kemudian pahala akan otomatis mengalir. Ada dua hal penting yang perlu diperhatian agar ketika sakit atau bersafar pahala terus mengalir, meskipun kita tidak melakukannya.

Pertama: Berniat ingin melaksanakannya dan bertekad, seandainya ia tidak sakit akan melaksanakan rutinitasnya.

Al-Hafiz Ibnu hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan,“Ini adalah bagi orang yang terbiasa melakukan ketaatan dan kemudian ia tercegah (oleh sakit atau safar) dan dia berniat jika tidak ada penghalang ia akan melakukan rutiitasnya.” (Fathul Bari 9/196)

Kedua: Ibadah tersebut rutin ia lakukan sebelumnya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Ussaimin rahimahullah menjelaskan “Maksudnya jika manusia terbiasa melakukan amal shalih, kemudian ia sakit dan tidak mampu melaksanakannya maka ditulis baginya pahala sempurna.”

Alhamdulillah atas segala nikmat-Nya. Jika engkau biasa shalat berjamaah kemudian engkau tidak mampu shalat berjamaah maka ditulis bagi engkau pahala 27 derajat.

Kabar gembira juga bagi wanita yang haid di bulan Ramadhan, mereka mungkin tidak bisa fokus ibadah seperti puasa dan shalat selama bulan Ramadhan.

Beberapa pendapat ulama menjelasakan bahwa wanita haid tetap dituliskan pahala baginya karena haid juga termasuk darah penyakit. Wallahu a’lam.

 

Diambil dari buku Panduan Ibadah Puasa Orang Sakit di Bulan Ramadhan

Karya : dr. Raehanul Bahrain