Akupuntur berasal dari kata Latin. Acus yang artinya jarum dan Punctur yang artinya menusuk, dari sisi bahasa akupuntur berarti “menusuk dengan jarum” (Dr. Djuharto S.S, 1982). Akupunktur adalah jenis terapi pengobatan dengan teknik memasukkan atau memanipulasi jarum ke dalam tubuh anatomi manusia, berdasarkan titik- titik Akupunktur yang terstandarisasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Didalam bahasa Inggris menjadi to puncture, sedangkan dalam bahasa Cina adalah cenciu. Kata tersebut kemudian diadaptasikan kedalam bahasa Indonesia menjadi akupuntur atau tusuk jarum. Secara garis besar dan umum Akupuntur dapat diartikan sebagai pengobatan yang dilakukan dengan cara menusukkan jarum di titik- titik tertentu pada tubuh pasien, telinga, kepala, sekitar telapak kaki dan tangan untuk mempengaruhi / memperbaiki kesalahan aliran bioenergi tubuh yang disebut dengan Qi (dibaca: Chi). Dalam pergerakannya Qi mengalir searah dalam sistem saluran yang disebut meridian.

Sejarah Akupuntur

Ilmu akupuntur mulai berkembang sejak zaman batu, yaitu kira-kira 4000–5000 tahun yang lalu, dimana digunakan jarum batu untuk menyembuhkan penyakit. Buku “Huang Ti Nei Cing” adalah sebuah buku ensiklopedi Ilmu Pengobatan China. Diterbitkan pada zaman “Cun Ciu Can Kuo” yaitu tahun-tahun antara 770-221 sebelum Masehi. Pada zaman itu Ilmu Akupuntur berkembang seperti juga ilmu-ilmu lainnya di negara itu. Bahan jarum akupuntur berubah dari batu ke bambu, dari bambu ke tulang dan dari tulang menjadi perunggu. Menurut catatan sejarah negara tersebut, pada zaman dinasti Tang (tahun 265-960), Ilmu ini berkembang dengan pesat dan mulai tersebar ke luar negara asalnya, yaitu: Korea, Jepang dan negara lainnya.

Mulai berkembang di Indonesia setelah adanya perantau China yang tiba di Indonesia. Hanya saja Ilmu pengobatan Akupuntur hanya hidup terbatas dalam lingkungan sendiri dan sekitarnya. Pada tahun 1963 atas instruksi Menteri Kesehatan masa itu; Prof. Dr. Satrio, Departemen Kesehatan meneliti dan mengembangkan cara pengobatan Timur, termasuk Akupuntur untuk membentuk sebuah Team Riset Ilmu Pengobatan Tradisional Timur. Maka mulai saat itu praktek akupuntur diadakan secara resmi di Rumah Sakit Umum Pusat, Jakarta yang kemudian berkembang menjadi sebuah Sub Bagian dibawah bagian Penyakit Dalam, dan selanjutnya menjadi Unit Akupuntur Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada masa ini. Disamping memberikan pelayanan poliklinis terhadap pengunjung / pederita, Unit Akupuntur Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo juga menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan dokter ahli akupuntur baru (Ferry, 2007).

Manfaat

Akupuntur memiliki banyak efek positif yang salah satunya adalah menyembuhkan berbagai penyakit karena dapat melancarkan peredaran darah. Tak hanya sekadar melancarkan peredaran darah, akupuntur juga membantu memelihara organ dalam sehingga menjadikan tubuh dapat lebih sehat dan terpelihara.

Teknik penyisipan jarum tanpa rasa sakit ini mengalihkan paradigma masyarakat yang selama ini takut akan jarum. Justru, dengan disisipi jarum, aliran darah yang semula kurang normal pun berubah menjadi normal. Hal lain yang dapat diperoleh adalah dapat meremajakan kulit dan sel-sel darah merah yang beregenerasi.

Dalam EzineArticles(14/8) disebutkan bahwa akupuntur juga dapat memberikan ketenangan pikiran dan relaksasi yang dibutuhkan selama pasca operasi. Bahkan, khasiat yang diberikan pun dapat menghambat proses operasi yang semula dijadwalkan. Hal ini tentu saja merupakan kabar baik bagi dunia kesehatan. Karena, dengan ragam khasiat yang diberikan oleh akupuntur telah memberikan kontribusi besar dalam kesehatan.

Sebelum anda mencoba terapi pengobatan ini, anda perlu memahami cara kerja terapi akupuntur. Berikut ini adalah informasi tentang cara kerjanya.

Titik  dan Meridian Akupuntur

Prinsip yang mendasari akupuntur, selain tusuk jarum, adalah titik-titik dimana energi didalam tubuh dialirkan, atau hal ini sering dikenal sebagai titik akupuntur. Selain itu, ada juga istilah meridian akupuntur yaitu  suatu jaringan yang menggabungkan organ bagian dalam tubuh dengan permukaan tubuh. Dalam TCM (Traditional Chinese Medicine), terdapat 365 titik akupuntur yang terdiri dari 12 meridian yang diatur oleh 66 titik utama, sedangkan 66 titik utama ini dikendalikan oleh 8 titik pusat. Inti dari cara kerja akupuntur adalah bagaimana anda dapat menguasai delapan titik pusat dan meridian akupuntur yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Teori yang Mendasari

Terdapat 2 teori utama yang mendasari, yaitu Teori Yin-Yang dan Teori Wu-Xing. Pandangan dari Teori Yin-Yang, yaitu segala sesuatu di dunia ini terdiri dari dua aspek yang berpasangan sekaligus berlawanan yang dimana perpaduan dua aspek ini diperlukan untuk sebuah sinergi keharmonisan. Di dalam akupuntur, keseimbangan antara Yin dan Yang dalam tubuh diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Merujuk pada prinsip ini, organ-organ tubuh juga diibaratkan dengan Yin dan Yang, misalnya pada organ jantung, Yin adalah jantung itu sendiri dan aktivitas dimana jantung bekerja disebut Yang. Sedangkan Teori Wu-Xing adalah teori yang dilandaskan pada lima elemen di dunia ini, yaitu elemen api, kayu, logam, air, dan tanah. Dalam hal ini, penerapan teori elemen dalam kesehatan adalah menyamakan organ-organ dalam tubuh dengan kelima elemen tersebut, kemudian menggolongkannya berdasarkan sifat kelima elemen tersebut, misalnya jantung tergolong sebagai elemen api karena bersifat menjulang dan panas. Teori Wu-Xing dalam akupuntur diperlukan untuk memahami gejala penyakit dan memilih cara yang tepat untuk menangani penyakit.

http://www.abualbanicentre.com/